Semua negara memiliki system dan karakteristik
tersendiri dalam pengelolaan perekonomiannya. Tidak terbatas pada kapitalis,
sosialis, komunis atau fasis, dibeberapa negara bahkan ada yang memiliki
karakter yang khas. Misalnya Indonesia yang dengan kebhinekaannya mengenal
system ekonomi kerakyatan. Jepang meskipun menganut system kapitalis tetapi
pada prakteknya memberikan proteksi bagi industry kecil dan rumahan, RRC dan
Vietnam menganut pola unik dimana system politiknya menganut komunisme, tetapi system
ekonominya cenderung menganut liberalism atau sosialis pasar. Sehingga dapat
jelas terlihat, pengelolaan ekonomi suatu negara seyogyanya memiliki sebuah system.
Dengan system, maka target-target pembangunan suatu negara akan bisa tercapai.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai mainstream system
perekonomian dunia, terlebih dahulu kita akan mengenal apa yang dimaksud dengan
system. Banyak ahli yang mendefinisikan system, namun adapun definisi suatu system
perlu memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Suroso:1993) :
1. Setiap system
memiliki tujuan.
2. Sistem
memili “batas” pemisah dengan lingkungannya.
3. Walau mempunyai
“batas”, system bersifat terbuka, dalam arti melakukan interaksi dengan
lingkungannya.
4. Sistem
terdiri dari beberapa subsistem, atau juga disebut bagian, komponen, atau
unsur.
5. Sistem
merupakan suatu kebulatan dari subsistem
6. Adanya hubungan
dan saling ketergantungan baik antara system intern, maupun antara system dengan
lingkungannya.
7. Setiap system
melakukan kegiatan atau proses transformasi yang mengubah input menjadi output.
Karena itulah system seringkali disebut sebagai processor atau transformation.
8. Di dalam
setiap system terdapat mekanisme control dengan memanfaatkan umpan balik.
9. Dengan adanya
mekanisme control, system mempunyai kemampuan
mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau
keadaan secara otomatik.
Sistem terlakhir bersamaan dengan peradaban manusia,
dimana pola kegiatan ekonomi melahirkan subsistem sehinggal terjadinya
pembulatan system. Sistem ekonomi terbentuk dari perilaku manusia yang terus
mencari pilihan. Dan, perilaku memilih dari sekian banyak kelangkaan adalah
perilaku yang rasional sehingga kegiatan ekonomi dikenal sebagai ilmu perilaku rasional. Evolusi subsistempun
terjadi ketika manusia ingin memenuhi kebutuhannya perekonomiannya.