Minggu, 04 November 2012

DEFINISI SISTEM PEREKONOMIAN



Semua negara memiliki system dan karakteristik tersendiri dalam pengelolaan perekonomiannya. Tidak terbatas pada kapitalis, sosialis, komunis atau fasis, dibeberapa negara bahkan ada yang memiliki karakter yang khas. Misalnya Indonesia yang dengan kebhinekaannya mengenal system ekonomi kerakyatan. Jepang meskipun menganut system kapitalis tetapi pada prakteknya memberikan proteksi bagi industry kecil dan rumahan, RRC dan Vietnam menganut pola unik dimana system politiknya menganut komunisme, tetapi system ekonominya cenderung menganut liberalism atau sosialis pasar. Sehingga dapat jelas terlihat, pengelolaan ekonomi suatu negara seyogyanya memiliki sebuah system. Dengan system, maka target-target pembangunan suatu negara akan bisa tercapai.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai mainstream system perekonomian dunia, terlebih dahulu kita akan mengenal apa yang dimaksud dengan system. Banyak ahli yang mendefinisikan system, namun adapun definisi suatu system perlu memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Suroso:1993) :
1.      Setiap system memiliki tujuan.
2.      Sistem memili “batas” pemisah dengan lingkungannya.
3.      Walau mempunyai “batas”, system bersifat terbuka, dalam arti melakukan interaksi dengan lingkungannya.
4.      Sistem terdiri dari beberapa subsistem, atau juga disebut bagian, komponen, atau unsur.
5.      Sistem merupakan suatu kebulatan dari subsistem
6.      Adanya hubungan dan saling ketergantungan baik antara system intern, maupun antara system dengan lingkungannya.
7.      Setiap system melakukan kegiatan atau proses transformasi yang mengubah input menjadi output. Karena itulah system seringkali disebut sebagai processor atau transformation.
8.      Di dalam setiap system terdapat mekanisme control dengan memanfaatkan umpan balik.
9.      Dengan adanya mekanisme control, system mempunyai kemampuan  mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau keadaan secara otomatik.
Sistem terlakhir bersamaan dengan peradaban manusia, dimana pola kegiatan ekonomi melahirkan subsistem sehinggal terjadinya pembulatan system. Sistem ekonomi terbentuk dari perilaku manusia yang terus mencari pilihan. Dan, perilaku memilih dari sekian banyak kelangkaan adalah perilaku yang rasional sehingga kegiatan ekonomi dikenal sebagai  ilmu perilaku rasional. Evolusi subsistempun terjadi ketika manusia ingin memenuhi kebutuhannya perekonomiannya.